Thursday, August 5, 2010

Untukmu Adam dan Hawa


Adam…

Kau bilang dirimu hebat dan kuat ibarat pahlawan,

Gagah perkasa seperti Badang,

Kau gunakan Hawa sebagai umpan,

Untuk membuktikan kelelakianmu yang hanya temberang.

Hawa…

Kau bangga dengan kecantikan lahiriah yang ada padamu,

Kau sanjung tinggi Adam yang terpikat dengan keindahan rupamu,

Kau tersenyum manis saat Adam melihat lenggok tubuhmu,

Tapi kau marah dan benci bila ada segelintir Adam yang menegurmu.

Adam…

Kadangkala kekacakan yang ada padamu,

Bisa membuat Hawa lemah dan cair ibarat ais terkena api,

Hati yang rapuh mudah luluh dan tunduk pada nafsu,

Jiwa yang halus mudah pula jatuh hati.

Hawa…

Iblis menggunakanmu sebagai umpan untuk memerangkap Adam,

Kau harus ambil kesempatan ini untuk memperdayakan Iblis,

Selamatkanlah Adam dari cengkaman api yang tidak akan terpadam,

Jatuhkanlah musuh Islam dengan akal satumu yang genius.

Adam…

Kata-kata manis nistamu bisa menggoda hati Hawa,

Senyum nakalmu membuatkan Hawa semakin suka,

Lembutmu dalam berkata membuatkan Hawa senang mendekatimu,

Sikap prihatinmu membuat Hawa tergilakan perhatianmu.

Hawa…

Sikapmu yang tidak endah menjadikan Adam berani terhadapmu,

Berani mengambil kesempatan untuk menyentuh maruahmu,

Ketidaktegasanmu membuatkan Adam semakin suka akan dirimu,

Hingga kau pun hanyut dalam dunia cinta palsu.

Adam…

Kau bilang akalmu sembilan mengalahkan nafsumu yang satu,

Gunakanlah akalmu itu untuk mendidik nafsumu yang boleh membinasakan Hawa,

Cerdikkanlah akalmu itu dengan berjihad menentang nafsumu,

Agar Hawa terpelihara sentiasa dalam jagaan taqwa.


Hawa…

Lenggok tubuhmu bisa membuat Adam terpaku dan mata menjadi sepi,

Lembut suaramu bisa mencairkan hati lelaki Adam,

Longgarkanlah pakaianmu agar tubuhmu tertutup rapi,

Tegaskanlah suaramu supaya syaitan tidak berpeluang merasuk Adam.

Oleh itu Adam…

Bersikap tegaslah dengan Hawa dalam setiap urusanmu,

Kau harus kuat dan sabar dalam membimbing Hawa yang semakin liar,

Kau harus teruskan perjuanganmu menentang hawa nafsumu,

Agar nafsu Hawa tidak terus-terusan menular.

Adam…

Hawa meminta agar kau bersikap tegas dan berani,

Supaya Hawa takut untuk menggoda dan mendekati,

Supaya syaitan tidak membisikkan godaan nafsu durjana,

Agar kau bisa menjadi pemimpin dan ketua yang diidami Hawa.

Begitu juga Hawa…

Mahalkanlah senyummu yang bisa menawan hati lelaki,

Jagalah dan peliharalah aurat dan maruah dirimu,

Untuk membentengi nafsu yang sangat dibenci,

Agar kau suci terpelihara saat Adam menyuntingmu.

Hawa…

Adam mudah cair dengan keanggunan wajahmu,

Namun…itu bukanlah yang Adam harapkan,

Adam mengharapkan Hawa yang berpegang teguh pada agama sebagai penyuci kalbu,

Adam juga menginginkan Hawa yang sopan dan memelihara aurat dalam berpakaian.







DAN












Untukmu Adam :

Jadilah Adam yang berpendidikan tinggi dalam agama yang bisa membimbing Hawa dari menjadi mangsa godaan syaitan dan nafsu yang boleh membinasakan. Jadilah Adam yang murah dengan kata-kata nasihat dan teguran yang boleh memperbaiki Hawa. Jadilah Adam yang sentiasa berjuang menentang nafsu dan memelihara maruah diri untuk orang tercinta yang sah bergelar isteri. Jadilah juga Adam yang boleh menjadi ketua keluarga, imam dalam solat berjemaah dan pemimpin agama seperti yang diingini oleh Hawa.

Untukmu Hawa :

Jadilah Hawa yang tinggi dengan didikan agama, merendah diri dengan akhlak terpuji dan baik hati. Jadilah Hawa yang menjaga aurat dan maruah diri dari sewenang-wenangnya dilihat ajnabi. Jadilah Hawa yang sentiasa haus akan ilmu nasihat dan teguran sebagai persiapan menjadi Hawa yang solehah untuk seorang yang sah bergelar suami. Jadilah juga seorang Hawa yang bisa menjadi anak, ibu dan isteri yang solehah serta hamba Allah yang beriman dan bertaqwa seperti yang diidamkan oleh Adam.

Wednesday, July 21, 2010

Wahai Cinta

Duhai sahabat...
Cinta itu di dalam hati...
kita mempunyai sebuah rumah...
Rumah itu sentiasa dikunjungi tetamu...
Ada yang baik dan ada yang buruk.
Terkadang rumah itu cantik apabila kita kemaskan,
kita hiaskan dengan perabot KETAKWAAN,
diwarnai indah dengan warna-warna KEIMANAN
bahkan menjadi perhatian jika dilengkapi dengan kelengkapan ILMU pengetahuan.
Tetamu yang baik hadir menambah perabot rumah mu, wahai kawanku...
Dia mengindahkan lagi warna pada dinding hatimu bahkan sentiasa mengajak memenuhi rumahmu dengan kelengkapan ILMU...

Dan ketahuilah duhai sahabatku...
Tetamu burukmu hanya ingin mencuri perabotmu,
merosak dinding hatimu dan melenyapkan kelengkapanmu
sehingga rumahmu roboh dan kau sendiri ditelan bumi kemaksiatan...
Suatu hari, bayu lembut menyapa telingamu,
mengkhabarkan tentang tetamu yang bernama CINTA ingin bertandang ke rumahmu...
Dan berhajat tinggal di dalam kamar hati mu...

Kau gembira mendengarkannya...
Maka tatkala sang CINTA sampai di hadapan pintu rumahmu...
Apa yang akan kau lakukan ???
menerimanya sedangkan rumah mu bersepah tak terurus ???
Dengan perabot TAKWA yang reput dan sudah lapuk tak diganti,
dan warna-warna IMAN yang luntur tak diperbaharui...
Dan hiasan kelengkapan ILMU yang masih belum mencukupi ???
Sekalipun hatimu berat...

Pintalah sang CINTA itu pulang...
Beritahulah kepadanya... :
Maafkan aku...
Aku masih belum bersedia untuk menerima kau sebagai tetamuku...
Kerana...
Aku ingin menggantikan perabot TAKWA ku kerana ia sudah reput tak bermaya...
Agar TAKWA ku mengingatkan aku agar aku mencintaimu tanpa melupai PENCIPTA ku,
yang Maha Pengasih...

Dan kau sendiri selesa beristirehat di dalam hatiku...
kerana aku ingin memperbaharui warna IMAN pada dinding rumah (HATI)ku...
Agar hilanglah gelisahmu,
reduplah hatimu dan tenanglah jiwamu saat kau memandang
warna-warna IMAN yang indah berseri...
Terang dan menerangi...
Kerana aku ingin menambah segala kelengkapan dan hiasan ILMU dalam rumahku...
Agar kau selesa baring atas hamparan permaidani HARTA ku
dan kau selesa dengan tutur bicara HIKMAH ku...

Kau tahu wahai CINTA ???
Kerana setelah aku menerima mu sebagai tetamu ku...

AKU TAK AKAN BIARKAN KAU KELUAR DARI RUMAHKU BUAT SELAMANYA.......


Duhai sahabat..
... Sungguh cinta itu indah,
Namun ia adalah satu anugerah apabila kita sudah mampu dan bersedia...
Tetapi bagi pelajar macam kita ???
Cinta itu biasanya hanyalah musibah...

Cintailah ALLAH...
Yang sentiasa mencintaimu,
memeliharamu dan mengasihimu...
Saat mereka bertanya...
Mengapa kau mencintai ALLAH ?


Katakanlah wahai temanku...
Kerana ALLAH lah yang menciptakan aku,
memeliharaku dalam rahim bondaku,
kerana aku Mendengar namanya saat bapaku berseru di telingaku...
Kerana Dia yang menumbuhkan dagingku...
Dan mengukuhkan tulangku...
Dan sentiasa memaafkan segala salah - silapku...
Tutur bicara mulutku...

Bagaimanalah aku mampu untuk mencintai sesuatu atau sesiapa melibihi ALLAH...
Aku tak menemui alasan untuk mengingkari Nya...
Hidup dan matiku.......
Segalanya untukNya........

:: Menanti CintaMu ::




Setahun kini,
Tidakku sedari, tidakku mengerti,
Hadirnya dirimu, Sufi,
Mencipta memori.

Setahun kini,
Tidakku fahami, tidakku pasti,
Apakah perasaan ini,
sesuatu yang terbit di sanubari.

Setahun kini,
Timbulnya mentari hingga malam hari,
Ku bertanyakan Ilahi,
Ku soal hati, Ku selami nurani.

Namun, Tuhan ingin menguji, tabahnya hati,
Bintang hatiku pergi, tidak lagi di sisi,
Harapan ku mati, gugur ke bumi,
Bicaraku terhenti, tinggal misteri.

Hilangnya dirimu, bersama mimpi,
Tersentak aku dari fantasi,
Dan kini, yang pasti, realiti,
Kasih belum termiliki...

Sepi!
Aku sendiri.
Masih berlari.
Menempuh perjalanan yang sunyi ini.

Tuhan,
Ku masih menanti.

Ya Allah,
Aku Lelah!
Aku Pasrah!

Tuhan,
Ku ingin seperti mawar berduri,
Sesegar embun pagi, seharum kasturi,
sehangat matahari, seindah pelangi.

Tuhan,
Tidakku peduli lagi,
cinta duniawi,
Walaupun sendiri,
Biar pun pertama di hati,
Biarkan lah mati untuk terakhir kali.

Tuhan,
Berikan lah aku kunci,
Untuk mencintai,
Untuk mendekati,
Dalam meneguk kasihMu nan suci,

Kini aku pasti,
CintaMu penuh erti,
Cinta yang hakiki...

Amin, Ya Rabb...


Sunday, July 18, 2010

BLUEBIRD AND THE HIJABIST





I was resting on a tree branch...
When I met her, a little girl with scarf on her head...
My heart was curious so I asked her
of the headscarf,
Here's what she said to me;

----------------***-----------------

"This piece of cloth I am wearing...
Is a symbol of faith and dignity,
Keep me protected and
As a reminder to me,
From breaking the rules He made...


True,
Women are beautiful...
Such a waste to hide,
The beauty behind the veil
Truth to be told, Bluebird...
A hijab is a symbol of modesty and sincerity...
So what the world would see
Is not my surface but my heart
Though it may not be as pure as snow, I know
But I am learning and trying to be a better me...


Remember, little bird
Never judge a book by its cover...
I am wearing a hijab
Does not state I am flawless because I am not...
For I commit sins which I need to redeem
And may He accepts my prayers and dua'
Ameen...

I may not be a fashionista or a beauty...
But I am a believer for I believe in Him,
Who knows the better of me,
His creation in this world He created...


Oh, Bluebird...
Who are we to judge the Creator?
To say that it is our freedom,
for not to obey...
What about His rights then?
He who made us...
He, who is merciful,
And filled with love...


Thus, I am wearing this hijab...
Proudly...
So, the world can see...
I AM TRULY FREE..."


Saturday, July 17, 2010

Hadapi Ia



Dapatkan Mesej Bergambar di Sini


Sahabatku…

seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
agar kau boleh menghindar darinya

Sahabat...

seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
ia pasti akan menemuimu
dalam sebuah lembaran kehidupanmu

Sahabatku...

alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilakan ia masuk dalam bersihnya rumah hatimu
dan menggilapnya dengan lantai nuranimu

hadapi ia dengan senyuman seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan iman


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini


Sahabat...

dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi jiwa yang tegar
dalam semua kekalutan keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan

dan yakinlah sahabat...

kau pun akan semakin mampu bertahan
kala badai cubaan itu menghentam

jangan kau menghindar wahai sahabat....

kerana Allah menemanimu

di sepanjang langkah usahamu...

Wednesday, June 23, 2010

Siapa Yang Mampu?

Kala hati menangis,
Siapakah yang mampu mendengarnya,
Memujuknya,
Juga mengubatnya?

Ibu??
Rasa terlalu membebankan ibu,
Sudah sering aku mengadu,
Aku malu terus-terusan mengadu,
Walau riaknya,
Seolah-olah mereka dihargai,
Aku tahu..
Ibu sentiasa bersedia,
Mendengar setiap yang dibicarakan,
Mengeluarkan kalimah,
Yang menyejukkan..

Tapi maaf,
Aku tak mahu ibu turut bersedih,
Melihat dan mendengar luahan hatiku,

Ayah??
Raut wajah nya memilu kan hatiku,
Tak sanggup aku menambahkannya,
Tanggungjawab yang dipikulnya,
Sudah cukup menyatakan bebanannya,
Tegakah aku melihat ayah,
Terus terbeban?

Tidak!!
Walau aku tahu ayah ikhlas,
Cukuplah aku yang merasakan..

Sahabat??
Aku tahu engkau ikhlas mendengarnya,
Tapi engkau takkan faham,
Apa yang bermukim di hatiku,
Aku hargai keikhlasan mu,
Mendengar setiap yang kuluahkan,
Memberi semangat kala aku terjatuh,

Maafkan aku,
Walau engkau tak dapat mengerti sepenuhnya,
Aku tahu 1000 kali dihatimu terdetik,
"Andai aku dapat merasainya",
Aku sungguh bertuah,
Didampingi sahabat sepertimu,

Tapi aku akui,
Walau sederas mana air mataku jatuh,
Di hadapan mu,
Hatiku tetap menangis,
Tiada siapa yang mampu memujuknya,
Mahupun mengubatnya..



Hati..
siapakah yang mampu mengubatmu?

Walau aku membuat coretan,
Di atas 1000 helaian kertas sekalipun,
Mereka tetap tak dapat mengerti,
Mengapa aku tidak mahu berkongsi,
Membebaskan semuanya yang terbuku,

YA ALLAH..
KUPOHON PETUNJUK DAN HIDAYAHMU,
TUNJUKILAH HAMBA JALAN YANG ENGKAU REDHAI,
SESUNGGUHNYA ENGKAU MAHA MENGETAHUI,
SETIAP YANG TERDETIK DI HATI HAMBA,
KUPOHON KEAMPUNAN MU YA ALLAH,

Aku yakin hanya kepada ALLAH,
hatiku akan tenang dan bahagia.

Apa Dah Jadi???



Pada hari isnin, seperti biasa Cikgu Zaleha akan masuk ke kelas 4 Bijak untuk mengajar subjek Bahasa Melayu...

Cikgu Zaleha: Ok, murid-murid, hari ini cikgu akan mengajar kata imbuhan.
Murid-murid: Baik cikgu
Cikgu Zaleha: Baik, Cikgu cakap semua ikut ya,
Murid-murid: Baik
Cikgu Zaleha: Memberikan
Murid- murid: Memberikan
CikguZaleha: Memasukkan
Murid-Murid: Memasukkan
Cikgu Zaleha: Ok, cikgu nak Sazali seorang sahaja
Murid-murid: Ok, cikgu nak Sazali seorang sahaja
Cikgu Zaleha: Eh! Janganlah ikut cikgu cakap
Murid-murid: Eh! Janganlah ikut cikgu cakap (kehairanan)
Cikgu Zaleha: Cikgu kata, jangan ajuk cikgu cakap. Faham! (marah)
Murid-murid: Cikgu kata, jangan ajuk cikgu cakap. Faham! (muka marah)
Cikgu Zaleha: Tak faham ke? Jangan main-main dengan cikgu! (bercekak pinggang)
Murid-murid: Tak faham ke? Jangan main-main dengan cikgu! ( berdiri dan bercekak pinggang)
Cikgu Zaleha: Kenapa degil sangat ni. Jangan buat cikgu marah! Kalau kamu ajuk lagi cakap
cikgu, cikgu akan keluar dari kelas ni. (menjegilkan mata)
Murid-murid: Kenapa degil sangat ni. Jangan buat cikgu marah! Kalau kamu ajuk lagi cakap
cikgu, cikgu akan keluar dari kelas ni. (menjegilkan mata)
Cikgu Zaleha: Ish! Degilnya kamu semua ni, pening cikgu. Kalau macam ni, boleh pengsan cikgu.
Baik cikgu keluar sekarang. (sambil mengangkat buku)
Murid-murid: Ish! Degilnya kamu semua ni, pening cikgu. Kalau macam ni, boleh pengsan cikgu.
Baik cikgu keluar sekarang. (sambil mengangkat buku dan menyandang beg)
Cikgu Zaleha: Hah! (pengsan)
Murid-murid: (tercengang)

Wednesday, June 2, 2010

Sunday, May 23, 2010

10 Peringatan Bumi....



1. Wahai anak Adam! Berjalanlah di atas perutku, tetapi ingatlah! Engkau akan dimasukkan ke dalamnya kelak.

2. Engkau melakukan maksiat di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan diazab di dalam perutku.

3. Engkau ketawa di atas perutku, tetapi ingatlah! Engkau akan menangis di dalam perutku.

4. Engkau bergembira di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan kecewa di dalam perutku.

5. Engkau mengumpul harta di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan menyesal di dalam perutku.

6. Engkau makan benda yang haram di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan dimakan oleh ulat di dalam perutku.

7. Engkau angkuh di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan dihina di dalam perutku.

8. Engkau berlari dengan riang di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan jatuh di dalam perutku dalam keadaan dukacita.

9. Engkau hidup di dunia bersiramkan cahaya matahari, bulan dan bintang di belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan tinggal dalam kegelapan di dalam perutku.

10. Engkau hidup di atas belakangku beramai-ramai, tetapi ingatlah! Engkau akan keseorangan di dalam perutku.

Perjalanan Ini



Semalam yang berlalu,
Seakan ada yang ingin kutinggalkan,
Kelukaan, kesedihan dan kepedihan,
Kugumpal menjadi satu,
Kualirkan bersama waktu yang berlalu.

Pergilah,
Jangan lagi pernah kalian hadir,
Mengocak tenangnya damai kalbu.


Tuhan,
Berikan kami bahagia,
Berikan cerita gembira,
Tenang jiwa dalam pelukan kasihMu,
Dijalan penuh berliku.


Mohon wahai tuhan,
Luruskan langkah kami,
Agar teguh menapak,
Kukuh berlari,
Meredah onak berduri,
Tanpa peduli,
Perjalanan ini.


Berikan kami cahayaMu,
Mohon kami pimpinanMu.

Istikharah Petunjuk Arah



Sabda Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam :


Hadith yang dikeluarkan oleh al-Bukhari di dalam Sahihnya dengan sanadnya daripada Jabir radhiyallaahu ‘anhuma, beliau berkata


Daripada Nabi sallallaahu ‘alayhi wa sallam Baginda bersabda:


Apabila sesiapa daripada kalangan kamu diberatkan oleh sesuatu maka hendaklah dia Rukuk dengan dua Rukuk (mengerjakan Solat dua rakaat) yang selain daripada Solat yang Fardhu
(yakni mengerjakan Solat dua Rakaat dengan niat Istikharah).


Kemudian hendaklah dia berdoa:
Ya Allah, aku beristikharahkan Engkau dengan ilmu-Mu dan aku juga memohon ketetapan dengan ketetapan yang bersandarkan kurniaan-Mu yang Maha Agung. Engkaulah yang Maha Menetapkan sedangkan aku tidak mampu untuk menetapkan. Engkau Maha Mengetahui dan aku pula tidak mengetahui. Engkaulah yang Maha Mengetahui akan perkara-perkara yang tersembunyi. Ya Allah, jika pada ilmu-Mu sesungguhnya urusan ini – harus disebut hajat tersebut atau cukup sekadar meniatkannya kerana Allah Maha Mengetahui akan hajat itu – adalah baik untukku pada agama, kehidupan dan kesudahan urusanku (kini dan datang), maka tetapkanlah ia untukku dan mudahkanlah ia bagiku. Kemudian berkatilah bagiku di dalam pilihan ini. Dan andaikata pada ilmu-Mu sesungguhnya hal ini adalah buruk bagiku pada agama, kehidupan dan kesudahan urusanku (kini dan akan datang), maka hindarkanlah ia daripadaku dan hindarkanlah aku daripadanya. Tetapkanlah bagiku kebaikan dan jadikanlah aku redha dengannya.

~Honey to the Moon~ @ KT

Honeymoon ni more to jalan2 cari makan sbnr...